NON ABIATE PAURA
Rabu; 25 January 2012 [Admin, SMA STELLA DUCE 1] - Berita Umum
Dalam rangka pendidikan karakter SMA Stella Duce
1 Yogyakarta mengangkat pendidikan karakter tangguh. Pendidikan karakter
tangguh ini kami kemas dalam bentuk retret yang diselengarakan mulai tanggal 9
Januari s.d. 21 Januari bertempat di Omah Petroek Karang Klethak Pakem.
Pendamping retret dalam rangka pendidikan karakter tangguh yaitu: Fr. A.Joni
SCJ, Fr. Dedi SCJ, Fr. Edy SCJ, Fr. Boni SCJ, dan Fr. Primus SCJ. Retret ini
kami diberi tema “Non Abiate Paura” yang
berarti Jangan Takut. Kata-kata ini
menyitir ungkapan Beato Yohanes Paulus II yang disampaikan saat beliau
berpidato kepada dunia sebab diawal kepemimpinannya saat ini dunia sedang
diancam akan munculnya perang dunia ketiga.
Jangan
takut menjadi titik tolak dalam membekali para siswi untuk menjadi pribadi yang
tangguh. Untuk menjadi pribadi yang tangguh maka para siswi diharapkan berani
mengatasi kecemasan, kekuatiran dan juga ketakutan yang ada di dalam dirinya
dan membawanya kepada Yesus melalui ibadat Nikodemus. Setelah siswi mampu
membuka dan menguasai berbagai ketakutan yang tak bernama di dalam dirinya maka
para siswi juga dibantu untuk keluar berinteraksi dengan kehidupan nyata.
Didalam kehidupan nyata para siswi kami ajak untuk mengalami perjuangan hidup
masyarakat kecil pada umumnya. Pribadi yang tangguh juga diindikasikan bahwa
pribadi tersebut tidak mudah mengeluh, mau berjuang, mampu bekerja keras dan
mampu membangun harmoni hidup dengan orang lain. Untuk itu para siswi juga
mengalami dan terlibat dengan kehidupan masyarakat sekitar yaitu sebagai
penambang pasir di daerah Kali Boyong, pedangan kecil di Pasar Pakem, petani
bunga Krisan, dan petani buncis.
Melalui
perjumpaan dengan masyarakat sekitar, para siswi juga menemukan berbagai nilai
kehidupan yang dapat mereka petik. Berbagai nilai yang mereka peroleh adalah: segi fisik; mereka menemukan bahwa
dengan bekerja mereka menjadi lebih terampil dalam melakukan pekerjaan baru,
cekatan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban kita, dapat mengatasi rasa lelah
dengan cara mengerjakan pekerjaan itu dengan sepenuh hati, berani malu, dan
lebih teliti, segi hati; menghargai
arti sesama, lebih peka dengan kondisi yang ada, menghargai usaha dan kerja
keras orang lain, belajar bersabar, menjadi rendah hati ketika berhasil, segi wawasan; menambah pengalaman baru,
cara mengantur waktu, belajar memahami karakter orang konsumen, mengasah
kreatifitas, segi sosial; sabar
dengan orang lain, membangun komunikasi dengan orang lain, bekerjasama dengan
banyak orang, ramah dan murah senyum, tidak menganggap remeh profesi orang lain.
Itulah sebagian nilai-nilai yang dipetik melalui eksprosure. Melalui nilai-nilai yang mereka peroleh mereka menarik
makna bahwa,”ternyata untuk mendapatkan
hal-hal yang kita inginkan memerlukan usaha, niat dan kerja keras dengan hati
tulus dan penuh rasa syukur. Menghargai hal-hal kecil adalah awal menghargai
hal-hal BESAR”. (Sr. Yus)
- Lomba Matematika, Sains dan Bahasa Inggris Tingkat SMP Se DIY-Jateng 2012
- BERJAYA DI BASKET MERAH PUTIH
- Misa Perayaan Natal
- Pertemuan Orang Tua Siswa Kelas XII
- Seleksi Nasional Tim Indonesia untuk ICYS dan APCYS 2012
- A Photography Exhibition
- Peneliti Belia 2011